LNG adalah gas alam yang didinginkan menjadi cair agar padat energi dan mudah diangkut. LPG adalah gas minyak cair (propana/butana) yang dipakai untuk memasak. CNG adalah gas alam yang dimampatkan bertekanan tinggi, umum untuk bahan bakar kendaraan. Ketiganya berbeda sumber, tekanan, dan penggunaan.
Gas alam (mayoritas metana) didinginkan hingga −162°C menjadi cair, menyusut ~600× sehingga efisien diangkut jarak jauh. Cocok untuk industri dan pembangkit. Micro LNG memakai prinsip yang sama di skala modular — lihat insight Micro LNG.
Campuran propana dan butana, produk turunan minyak/gas. Inilah "gas melon" untuk memasak rumah tangga — dan yang mayoritas masih diimpor Indonesia. Di kerangka Episode 002, menekan impor LPG adalah salah satu poros hilirisasi dan ketahanan.
| Jenis | Apa adanya | Cara utama | Penggunaan tipikal |
|---|---|---|---|
| LNG | Gas alam dicairkan (−162°C) | Pendinginan / pencairan | Industri, pembangkit, angkut jarak jauh |
| LPG | Propana/butana cair | Tekanan tabung / produk kilang | Memasak rumah tangga ("gas melon") |
| CNG | Gas alam dimampatkan | Kompresi tekanan tinggi | Bahan bakar kendaraan (bajaj, bus) |
Gas alam yang dimampatkan (bukan didinginkan) pada tekanan tinggi. Umum sebagai bahan bakar transportasi (bajaj, bus). Memahami bedanya membantu menilai solusi seperti jargas dan Micro LNG — tanpa mencampur istilah di percakapan publik.
Untuk konteks hilirisasi dan substitusi LPG, tonton YouTube Episode 002.
Istilah gas sering dipakai saling tukar di ruang publik. Energy Hub Insights memperpanjang Episode 002 agar LNG, LPG, dan CNG punya peta singkat — supaya opsi kebijakan tidak salah alamat.
Editor-cleared toeh-insights-deepen-C-2026-09-16 · klaim live dipertahankan · Praxis off · never EP.007 · DLT/NA none · Gio GEO-pass optional