Konflik global bisa langsung menyentuh harga BBM, plastik, dan barang sehari-hari karena semuanya terhubung lewat rantai pasok. Harga BBM Pertamina tidak langsung turun saat minyak dunia turun karena ada lead time dan fluktuasi kurs. Perusahaan tangguh seperti Toyota bertahan lewat kombinasi lean, agile, dan resilience.
Kenapa konflik jauh terasa di Indonesia
Herry Lutfi, praktisi Supply Chain Management dengan pengalaman panjang di industri energi, menjelaskan bagaimana disrupsi global merambat ke ekosistem bisnis lokal. Ketika pasokan nafta terganggu, dampaknya merembet ke plastik, sabun, hingga tekstil — bukan hanya BBM.
Kenapa harga BBM lambat turun
BBM yang dijual hari ini berasal dari minyak yang dibeli, dikapalkan, dan diolah berminggu-minggu sebelumnya — jeda yang disebut lead time. Ditambah fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar yang menggeser biaya impor, harga jual tidak bisa langsung mengikuti pergerakan harga crude harian.
Tiga jurus: lean, agile, resilience
Diskusi membedah tiga pendekatan SCM menghadapi krisis: lean (efisiensi), agile (kelincahan merespons), dan resilience (ketahanan). Studi kasus Toyota menunjukkan bagaimana ekosistem bisnis membangun ketahanan lewat hubungan pemasok dan mitigasi risiko.
SCM untuk program nasional
Prinsip rantai pasok juga relevan untuk program strategis seperti transisi energi ke B50 dan Makan Bergizi Gratis (MBG) — di mana logistik dan koordinasi menentukan keberhasilan.