Karena ada jeda rantai pasok. BBM yang dijual hari ini berasal dari minyak yang dibeli, dikirim, dan diolah berminggu-minggu sebelumnya — disebut lead time. Ditambah fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar yang memengaruhi biaya impor, harga jual tidak bisa langsung mengikuti harga crude harian.
Minyak dibeli, dikapalkan, diolah di kilang, lalu didistribusikan — proses yang makan waktu berminggu-minggu. Harga BBM hari ini mencerminkan biaya pengadaan masa lalu, bukan harga pasar hari ini.
Karena sebagian minyak diimpor dan dibayar dolar, pelemahan rupiah bisa menaikkan biaya meski harga minyak dunia turun. Dua faktor ini membuat harga BBM bergerak lambat dan tidak simetris.
Gangguan rantai pasok tidak berhenti di BBM. Ketika pasokan nafta terganggu, dampaknya merembet ke plastik, kemasan, sabun, hingga tekstil — sebabnya konflik jauh terasa di harga barang harian.