Beranda/Insights/Kenapa?
Migas & Ketahanan Energi

Kenapa Indonesia masih impor lebih dari 1 juta barel minyak per hari?

Energy Hub Insights · Perpanjangan dari Episode 001
Jawaban

Indonesia mengimpor 1,1–1,3 juta barel minyak per hari karena konsumsi nasional (1,6 juta barel/hari) jauh melampaui produksi. Output kotor hanya ~600.000 barel/hari, dan setelah bagi hasil serta cost recovery dengan kontraktor, bagian negara tinggal ~480.000 barel. Selisih inilah yang ditutup impor.

1,6 jtbarel/hari konsumsi
~600 rbbarel/hari produksi kotor
~480 rbbarel/hari bagian negara

Angka yang sering disalahpahami

Produksi minyak Indonesia sering disebut "600 ribu barel", tapi itu angka kotor. Setelah dibagi ke kontraktor lewat skema bagi hasil dan cost recovery, bagian yang benar-benar menjadi hak negara hanya sekitar 480 ribu barel. Konsumsi 1,6 juta barel membuat selisihnya besar — dan harus ditutup impor.

LPG memperparah defisit

Untuk LPG, kebutuhan nasional ~9 juta metrik ton per tahun sementara produksi domestik hanya ~1,8 juta. Artinya 75–80% diimpor, terutama dari Timur Tengah dan Amerika Serikat, membebani neraca perdagangan.

Jalan keluarnya bertahap

Menutup defisit butuh kombinasi: menaikkan lifting minyak, substitusi (jargas, Micro LNG, biodiesel), dan efisiensi subsidi. Tidak ada satu solusi tunggal — dan semuanya butuh waktu.

Tonton episode sumberDarurat Energi! Impor Minyak 1 Juta Barel
← Semua tulisan Energy Hub Insights